Call: Willy | Mevi | Isna | Ifah | WA

Informasi terkait ibadah ke Tanah Suci untuk Anda: akomodasi, jadwal penerbangan, manasik, dan yang terkait.

Umrah Hemat Berkah. Resmi Ust. Ahmad Al-Habsyi. (Mulai Rp. 18 juta-an!)
Haji Plus
Umroh Murah
Wisata Religi
LA + Visa
Ticketting
Travel Ustadz Al-Habsyi
Umroh Murah
Travel Hemat Berkah Mulai
Rp 18 Juta-an.
Biro Wisata Resmi Ust. Ahmad Al-Habsyi.
0813-8071-0102 (Willy)
0878-8190-3636 (Mevi)
0813-1951-0404 (Elvanny)
0822-1366-0707 (Isna)
0813-8071-0203 (Lia)
Ketuk Untuk Mengirim Whatsapp
~ Assalaamu 'alaikum Wr. Wb. Para jamaah yang Allah rahmati, sudah dibuka umrah tahun 2018-2019. Silahkan dipilih Paket Spektakuler, Super Spekta, Fantastis, dan lain-lain. Daftar segera sebelum seat penuh. Salam hangat. Wassalamu 'alaikum Wr. Wb. Alsha Travel ~

Sedekah ala Robin Hood? NOO!!!


Baitussalam Umroh: 4 Manfaat Sedekah


Shadaqah dari Harta Haram Tidak Membersihkan Harta Haram


Dalam sebuah hadist yang disampaikan oleh HR Ahmad, Rasulullah pernah bersabda:

.. Dan tidaklah seorang hamba mencari harta yang haram lalu membelanjakannya lantas ia diberkahinya dan tidaklah bersedekah lantas diterima darinya dan tidaklah ia meninggalkan di belakang punggungnya melainkan akan menambahnya ke neraka. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak menghapus keburukan dengan keburukan akan tetapi menghapus keburukan dengan kebaikan, sesungguhnya keharaman tidak dapat menghilangkan keharaman pula.”

Allah ta’ala  tidak akan menerima sebuah amal ibadah kecuali terdapat unsur-unsur kebaikan di dalamnya.

Termasuk dalam bersedekah maka yang harus diperhatikan adalah dari mana harta untuk bersedekah tersebut berasal. Jangan sampai harta yang akan kita sedekahkan sesungguhnya adalah hak orang lain, perusahaan, negara, dan milik orang yang tertipu.

Sesungguhnya di dalam harta yang haram hahikatnya tidak dimiliki.

Jika dia beruang/berharta haram, maka walaupun dia memiliki banyak uang dalam rekeningnya sesungguhnya uang itu bukan miliknya. Meski telah bertahun-tahun dimilikinya hingga berbunga dan beranak pinak, uang atau harta tersebut tidak lantas menjadi hak miliknya. Barang curian akan tetap barang curian , tidak akan berubah menjadi sah milik kita.


Bahkan Ketika Kita Akan Pergi Umroh atau Haji


Sesungguhnya hanya orang-orang yang mampu membayar ongkos haji saja yang dapat menunaikannya.

Jangan sampai demi agar dapat pergi ke Tanah Suci, kita menghalalkan segala cara, misalnya dengan menggunakan dana dari masyarakat tanpa seijin orang-orang yang telah mempercayakan uangnya untuk kita kelola.

Banyak  kasus dugaan penggunaan dana haji beberapa waktu silam untuk memberangkatkan orang-orang dengan jabatan tertentu. Hal ini seharusnya membuka mata kita agar berhati-hati dalam mencari dana  untuk dapat pergi ke tanah suci.

Diriwayatkan dalam sebuah hadist bahwa

Apabila seorang laki-laki keluar dari rumahnya untuk berhaji dan ia sudah meletakkan kakinya di pelataran Ka’bah lalu ia berseru, “aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah,” lalu malaikat penyeru langit berkata, “ Selamat atas kedatanganmu, hartamu halal, hajimu mabrur tanpa dosa.” 
Tapi apabila keluar berhaji seseorang dengan sumber rezeki yang kotor dan ketika ia menginjakkan kakinya di pelataran Ka’bah, ia berkata”, Ya Allah aku datang memenuhi panggilanmu,” lalu seorang malaikat menyeru dari langit berkata, “Tidak ada kedatangan untukmu, bekalmu dari yang haram, nafkahmu haram dan hajimu tidak mabrur”. ( HR. At Thabrani ) 

Apabila seseorang mendapatkan rezekinya  dengan cara menipu, mencuri, korupsi dan cara buruk lainnya terlebih hingga merugikan orang lain, maka harta haram tersebut tidak akan memberikan keberkahan dan tidak akan diterima Allah SWT.

Sedekah yang hartanya diperoleh dengan cara haram adalah sia-sia, bahkan disebutkan pula bagaikan membersihkan lantai yang kotor dengan air kencing. Tentu tidak dapat menyucikan.

Sucikan Hartamu, Tapi Bukan dengan Harta Kotor (Haram)


Selama ini beberapa orang hanya terpaku pada kata sebuah ayat “ sucikan hartamu”, seolah-olah dengan menyedekahkan sebagian dari harta yang diperolehnya dengan cara yang tidak baik dapat membaikkan seluruh hartanya.

Padahal sesungguhnya maksud dari ayat tersebut adalah, sucikan hartamu terlebih dahulu, kembalikan kepada pemiliknya, berikan kembali kepada orang-orang yang kamu zalimi dengan mengambil haknya atau yang telah kamu rampas hartanya.

"Sucikan hartamu terlebih dahulu."

Rasulullah juga telah memerintahkan dengan sangat tegas, “ Tidak diterima shalat kecuali suci dan tidak dapat diterima shadaqah ( yang didapat dari penipuan ). ( HR. Muslim ).

Dalam hadist lainnya Rasulullah bersabda “ Barangsiapa yang memperoleh harta dari yang haram lalu ia bershadaqah dengannya, maka ia tidak akan memperoleh pahala dan harta itu akan menjadi belenggunya” (Hadist Riwayat Ibnu Khuzaimah ).

Demikianlah, bahkan tindakan Robin Hood yang mengambil harta orang kaya untuk kemudian dibagikan kepada rakyat miskin tetap tidak dapat dibenarkan. Mencuri tetap mencuri walau dia berniat baik.

Jika mencuri ini dibolehkan, maka penghalalan mencuri akan meluas tidak kepada orang kaya saja, namun juga rakyat jelata akan dicuri hingga habis dengan pembenaran yang salah.

Ini bisa berakibat semakin miskinnya masyarakat di suatu negara yang dicuri/dirampok hartanya oleh mereka-mereka yang menghalalkan barang haram untuk memperkaya dirinya.

Semoga kita dihindarkan dari perbuatan baik yang berasal dari sesuatu yang tidak baik.

Dan semoga kita senantiasa diberikan keberkahan hidup dan memperoleh harta halal untuk beribadah dan menafkahi keluarga dan orang-orang yang kita cintai. Aamiin.


Hadits Umroh


Back To Top